Rutan Ambon Bekali Warga Binaan Keterampilan Las dan Mobeler Lead:
- Administrator
- Senin, 03 Agustus 2026 17:27
- 8 Lihat
- DAERAH
Ambon,CM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon resmi membuka pelatihan keterampilan pengelasan dan mobeler bagi warga binaan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, Senin (3/8). Program pembinaan kemandirian ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan kerja sebagai modal untuk kembali dan berdaya saing di tengah masyarakat.
Pelatihan dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry, didampingi jajaran pejabat struktural dan petugas Rutan. Turut hadir Subkoordinator Penyelenggara BPVP Ambon, Ferdinandus R. Sampe, ST., bersama tim sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pembinaan vokasi bagi warga binaan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta akan mendapatkan materi teori dan praktik di bidang pengelasan, mulai dari teknik dasar, penggunaan peralatan, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Selain itu, peserta juga akan mempelajari proses pembuatan berbagai produk berbahan logam.
Sementara pada pelatihan mobeler, warga binaan dibekali kemampuan mengolah kayu menjadi berbagai jenis furnitur yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk membuka peluang kerja maupun usaha mandiri setelah bebas.
Plt. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry, mengatakan pembinaan kemandirian melalui pelatihan keterampilan merupakan bagian dari komitmen Rutan Ambon dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki masa depan yang lebih baik.
"Pelatihan ini merupakan bentuk upaya kami dalam memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti pelatihan pengelasan dan mobeler dapat menjadi modal bagi mereka untuk bekerja maupun membuka peluang usaha secara mandiri setelah kembali ke masyarakat," ujar Jefry.
Ia juga mengapresiasi sinergi dengan BPVP Ambon yang dinilai berperan penting dalam menghadirkan program pembinaan yang berkualitas dan berorientasi pada peningkatan kompetensi warga binaan.
Di sisi lain, Subkoordinator Penyelenggara BPVP Ambon, Ferdinandus R. Sampe, menegaskan kesiapan pihaknya memberikan pelatihan berbasis kompetensi melalui instruktur berpengalaman agar peserta mampu menguasai keterampilan sesuai standar pelatihan vokasi.
Salah satu peserta pelatihan berinisial A.N. Onco mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi peluang berharga untuk memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
"Saya berterima kasih kepada pihak Rutan Ambon dan BPVP Ambon yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti pelatihan ini. Semoga ilmu yang kami dapatkan bisa menjadi bekal untuk bekerja dan berguna ketika kami kembali ke masyarakat," katanya.
Melalui pelatihan pengelasan dan mobeler ini, Rutan Kelas IIA Ambon berharap warga binaan memiliki keterampilan yang produktif, meningkatkan rasa percaya diri, serta mampu berkontribusi secara positif di lingkungan masyarakat setelah kembali menjalani kehidupan bebas.( CM/ML/**)